Rumah

Penting! Ciri-ciri Baja Ringan Bagus Sesuai SNI

Penting Ciri-ciri Baja Ringan Bagus sesuai SNI

Ketika memutuskan untuk membeli baja ringan di toko bangunan yang pertama terlintas adalah apa merek yang paling bagus. Kualitas suatu produk memang bisa terlihat dari materialnya langsung atau melalui sebuah merek yang sudah terkenal.

Baja ringan biasanya sudah diberi pelapis anti karat sehingga dapat bertahan lama. Dari segi pemilihan komposisi bahannya memang didesain untuk diciptakan sebuah material bangunan yang kuat dan kokoh pengganti kayu.

Beda Baja Ringan SNI dan Abal-abal

Memilih baja yang sudah memiliki SNI bisa mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan seperti atap roboh. Banyak beredar baja yang belum memiliki SNI, lalu bagaimana cara membedakannya? Akan jasa pemasangan baja ringan di Bogor bahas di bawah ini.

Ukuran produk abal-abal yang tidak SNI akan dikurangi oleh produsen nakal. Sesuai syarat SNI bahwa toleransi ukuran diameter produk kurang dari 1%.

Misalnya baja tulang beton (BjTB) S10 yang artinya BjTB sirip diameter 10 mm, oleh produsen nakal dikurangi menjadi 9,1 mm. Pengurangan ukuran bisa terjadi juga pada ukuran panjang produk, misal sesuai SNI memiliki panjang 12 m dikurangi hingga menjadi 11,5 m.

Memang selisih ukuran dari ketetapan SNI tidak terlalu besar, namun bisa berbahaya dalam hal ketahanan beban baja. Bisa jadi dalam jangka waktu pendek menjadi roboh karena struktur rangka atap baja ringan yang tidak bagus.

Pada logo juga bisa dilihat jika logo di cat Anda patut curiga karena biasanya logo dibuat timbul oleh produsen. Logo yang asli akan dicetak timbul dengan singkatan merek seperti MS berarti Master Steel, KS berarti Krakatau Steel, dicetak CS berarti Cakra Steel.

Untuk spesifikasi baja ringan SNI biasanya dicantumkan pada profil produk tersebut. Kita bisa melihat dari ukuran ketebalan material serta kemampuannya untuk menahan karat. Jenis galvalume yang mempunyai pelapis aluminium zinc minimal 150 gr/m² atau galvanis dengan pelapis zinc paling sedikit 180 gr/m² keawetannya bisa mencapai  25 hingga 30 tahun.

Standar kualitas baja ringan disebut sebagai G550 yang artinya secara teknis daya tahan titik leleh minimal karena gaya gravitasi adalah 550 MegaPascal atau KNm serta tegangan maksimalnya mencapai 550 Mpa.

Itu tadi sedikit pengetahuan adanya baja non-SNI atau yang disebut baja banci yang sudah merambah pada struktur rangka atap baja ringan. Pastikan untuk cermat dalam memilih kualitas produk untuk kenyamanan konsumen dan penghuni bangunan.